Pada minggu ke-5 ini saya tidak bisa menyelesaikan program yang sudah ditentukan dengan sempurna. Pasalnya apa lagi kalau bukan cedera lutut yang sangat mengganggu. Walaupun demikian saya masih sempat berusaha menyelesaikan sebuah easy run selama 40 menit sebelum akhirnya lutut saya makin cenat-cenut rasanya.
Jadwal lengkap minggu ke-5 adalah sebagai berikut:
- Senin: Interval training (1 full lap medium pace, 2 half lap full pace, 3 minutes rest in between, 2 sets)
- Selasa: Rest and stretch
- Rabu: Rest
- Kamis: Easy 40-min run followed by 3 x 100m run throughs
- Jumat: Rest and stretch
- Sabtu: Long 60-min run
- Minggu: Rest
Interval training pada hari Senin tersebut cukup menantang. Lari satu lap yang dimaksud di sini adalah mengelilingi danau di tengah Hyde Park sepanjang 1.7 kilometer, sedangkan setengah lap kira-kira panjangnya 0.8 kilometer. Pada set pertama, saya masih bisa berlari dengan pace yang diharapkan. Namun saat break istirahat 3 menit setelah set pertama, lutut saya mulai terasa sakit. Pelatih saya bilang kalau saya tidak kuat, lebih baik tidak usah melanjutkan latihan dahulu. Tapi saya ingin mencoba set berikutnya dan saya coba dengan pace yang lebih lambat. Pada akhirnya saya bisa menyelesaikan instruksi latihan secara keseluruhan, tapi malamnya lutut saya makin terasa sakit.
Berikut report lari saya pada hari Senin tersebut:
Pelatih saya segera menyuruh saya untuk menemui physiotherapist. Dan itu sudah saya lakukan pada hari Jumat yang lalu. Cerita lengkapnya bisa dibaca di sini.
Setelah mengistirahatkan diri selama 3 hari: Selasa, Rabu dan Kamis, pada hari Jumat pagi saya mencoba untuk melakukan latihan easy run yang seharusnya saya lakukan pada hari Kamis. Pada kira-kira kilometer pertama, lutut saya masih tak terasa sakit. Tapi begitu memasuki kilometer kedua, rasa sakit mulai muncul lagi. Saya pun terpaksa menguransi laju lari saya. Karena sakitnya masih bisa saya tahan, akhirnya saya bisa juga menyelesaikan latihan lari tersebut selama 40 menit dengan jarak 6.21 kilometer. Mungkin karena saat itu agak gerimis juga sehingga saya bisa mengalihkan rasa sakit dengan menikmati guyuran air bercampur embun di pagi hari yang sejuk itu.
Seharusnya, setelah menyelesaikan easy run selama 40 menit, saya masih harus melakukan 3 x 100 meter run throughs alias berlari dengan kecepatan yang paling maksimal sepanjang 100 meter lalu berjalan kembali ke tempat semula. Begitu seterusnya hingga 3 kali. Tapi apa daya, kondisi fisik sedang tidak memungkinkan sehingga porsi run throughs harus saya lewatkan.
Berikut report larinya:
Latihan long run yang semestinya saya lakukan pada Sabtu pagi terpaksa saya lewatkan karena setelah latihan easy run tersebut, lutut makin terasa sakit. Alhasil, selama seminggu yang lalu, saya hanya menyelesaikan 2 dari 3 sesi latihan yang semestinya saya kerjakan.


Kweren Pakdhe
keren gimana kang? wong cidera gini…
sampeyan masih lari kan?
Aduh saya sudah males banget lari, sukanya joging di sini, blog jogging..