5 langkah ringan untuk memulai mengurusi barang-barang pindahan

Kalau tidak ada halangan dan perubahan rencana, saya mesti pindah dari Pekanbaru – kota yang sudah saya tinggali selama 2 tahun terakhir – ke kota lain. Akhir bulan ini, saya sudah sudah harus berada di tempat yang baru. Yah, namanya juga ‘prajurit’, jadi harus siap ditempatkan di mana saja dan kapan saja. :)

Berdekatan waktunya dengan kepindahan tugas saya ini, insya Allah istri saya akan melahirkan anak kedua kami minggu depan. Karena satu dan lain hal, kami memutuskan untuk menjadikan Balikpapan sebagai kota kelahiran anak kedua kami tersebut. Dan sekarang, saya adalah seorang bujangan lokal yang sedang kebingungan harus memulai dari mana untuk membereskan dan mengepak barang-barang di rumah. :(

Walaupun mungkin barang-barang di rumah saya tidak banyak, tapi ya namanya sebuah rumah tangga tetap saja isinya bermacam-macam dan banyak printilan-nya. Barang-barang yang ada di kamar tidur dan ruang tengah saja sudah cukup bikin saya senewen. Belum lagi peralatan makan dan perkakas dapur yang lumayan banyak jumlahnya. Duh.

Perusahaan sih nantinya akan menyediakan layanan packing dan moving terhadap barang-barang saya. Tapi, sedikit banyak saya juga harus mulai memilih dan memilah barang-barang tersebut, karena ada barang-barang yang memang perlu dikirim ke tempat yang baru, ada barang yang masih bagus tapi tidak perlu dibawa dan mungkin bisa disumbangkan, serta ada barang-barang yang bisa dibuang.

Sambil menunggu kepastian kapan barang-barang saya akan mulai di-packing, saya pikir hal-hal berikut bisa mulai saya kerjakan:

  1. Mulai dari yang kecil. Seperti biasa, saya mulai dari hal yang kecil dulu dan kali ini saya bisa memulainya dari laci atau rak lemari. Tadi malam saya sudah memulainya dengan ‘mengerjai’ 2 buah laci lemari di sebelah meja kerja saya. Barang-barangnya kecil-kecil tapi banyak. Hehehe.
  2. Luangkan waktu sekitar 15 – 20 menit per hari. Tak usah terlalu berlama-lama, yang penting setiap hari ada yang bisa dikerjakan walaupun sedikit.
  3. Pilah barang-barang yang ada. Barang-barang yang masih bagus dan layak pakai tapi kira-kira sudah tidak digunakan lagi, dikumpulkan dalam satu tempat. Nanti bisa disumbangkan atau dijual. Barang-barang yang memang sudah tak layak pakai dan tidak digunakan, langsung dimasukkan ke dalam tong sampah. Sisanya berarti barang-barang yang akan dibawa serta pindah ke tempat yang baru.
  4. Buat aturan untuk membantu pemilahan barang. Misalnya, kalau misalnya suatu barang tidak pernah digunakan dalam waktu 6 bulan – 1 tahun, maka barang tersebut akan disumbangkan atau dijual.
  5. Bersihkan. Setelah selesai memilah barang-barang, tak ada salahnya kalau tempat penyimpanan barang tersebut dibersihkan. Ini akan memberikan efek psikologis yang positif buat diri saya.

Dengan waktu yang tersisa sekitar 2 minggu lagi (belum dipotong waktu saya untuk menemani kelahiran anak saya nanti), mudah-mudahan cara seperti ini bisa membantu saya mengurangi beban pikiran dan tenaga menghadapi kepindahan ini.

Doakan saya! :D

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s