membuat salinan untuk dokumen-dokumen penting

Malam ini saya dan istri saya baru saja selesai mempersiapkan segala sesuatu untuk perjalanan kami besok pagi. Yap, kami akan terbang ke Jakarta esok pagi, kemudian ke Jogja dua hari kemudian dan terakhir ke Balikpapan pada tanggal 31 Maret nanti. Untuk perjalanan ini saya sudah mengambil cuti hingga tanggal 4 April lho. Yihaaa!

Salah satu hal yang tadi saya lakukan adalah menata ulang dokumen-dokumen penting seperti passport, akta kelahiran, polis asuransi, ijazah dan lain-lain sebagainya. Ya gara-gara ngubek-ngubek isi tas tempat penyimpanan dokumen untuk mencari passport, saya lantas berpikir kenapa tidak sekalian membereskan kembali semua dokumen-dokumen yang kami punyai.

Semua isi tas tersebut langsung saya keluarkan, termasuk di dalamnya ada sebuah binder dan beberapa buah map. Saya tumpuk semuanya di lantai dan mulai saya sortir satu per satu. Dokumen yang sangat penting dan masih digunakan saya tumpuk menjadi satu kelompok, sedangkan dokumen atau kertas-kertas yang sudah tidak bermanfaat lagi saya kumpulkan di kelompok yang lain.

Setelah semuanya selesai disortir, ternyata jumlah dokumen yang sudah tidak diperlukan lagi lebih banyak daripada dokumen-dokumen penting yang masih saya perlukan! Jadi selama ini saya menyimpan lebih banyak sampah daripada dokumen-dokumen yang benar-benar berharga. :D

Lantas saya mengambil beberapa dokumen atau surat penting yang perlu dibuatkan salinannya. Mereka antara lain adalah:

  • KTP
  • SIM A dan SIM C
  • Passport
  • Kartu kredit
  • Akta kelahiran
  • Ijazah
  • Polis asuransi
  • Kartu keluarga
  • dan masih ada beberapa dokumen lainnya

Kenapa dokumen-dokumen tersebut perlu dibuat salinannya? Ya ini untuk jaga-jaga saja jika sewaktu-waktu terjadi kehilangan atau hal lain yang tidak diinginkan terhadap dokumen-dokumen tersebut. Bayangkan jika suatu saat ketika saya sedang bepergian ke suatu tempat, kemudian kartu kredit saya hilang. Tentu saya akan lebih mudah menghubungi pihak Bank untuk minta pemblokiran karena saya masih mempunyai salinan kartu kredit yang asli lengkap dengan nomer kartu dan nomer call center yang bisa dihubungi.

Membuat salinan dari dokumen-dokumen tersebut bisa dilakukan dengan cara 1). Membuat salinannya dengan menggunakan kertas lain (hard copy), ataupun 2). Memindainya serta menyimpan soft copy-nya.

Kebetulan karena saya punya alat pindai (scanner) di rumah, maka dokumen-dokumen tersebut saya pindai satu per satu agar bisa saya simpan salinannya di komputer maupun di layanan penyimpanan online MobileMe iDisk. Cukup lama sih prosesnya dan butuh sedikit kesabaran, tapi begitu semua dokumen tersebut selesai dipindai, rasanya lega sekali. :D

Langkah berikutnya adalah menata dokumen-dokumen penting tadi ke dalam binder dan map-map yang ada lalu menyimpannya kembali ke dalam tas penyimpanan dokumen. Sedangkan dokumen-dokumen yang sudah tidak diperlukan saya bawa ke dapur untuk dimusnahkan besok pagi.

Wah, gara-gara packing buat besok pagi, saya malah berhasil melakukan sesuatu yang sangat menyenangkan malam ini. :)