ayo melangkah bersama-sama

Tadi pagi, saya ikut berpartisipasi menjadi salah satu peserta dalam sebuah acara jalan sehat yang disponsori oleh sebuah produsen susu berkalsium tinggi. Menurut panitia acara ini diikuti oleh 5 ribu orang peserta dan ini merupakan catatan rekor tersendiri buat Balikpapan, karena katanya jumlah ini adalah jumlah peserta terbesar selama event sejenis digelar di kota2 lain di Indonesia.

Acara ini dipusatkan di Lapangan Merdeka, Balikpapan. Pada pukul 6 pagi, lapangan ini sudah menjadi lautan manusia berkaos hijau.

Kalau pada acara2 jalan sehat pada umumnya, jarak yang ditempuh biasanya diukur dengan satuan kilometer. Tapi kali ini yang menjadi ukuran adalah jumlah langkah. Acara ini menargetkan angka 10,000 langkah yang harus ditempuh oleh para pesertanya. Maklum, sponsornya adalah susu tinggi kalsium.

Awalnya saya agak pesimis bisa menyelesaikan 10 ribu langkah, tapi alhamdulillah saya bisa menaklukan rasa pesimis tersebut dan menyelesaikan rute yang harus ditempuh dengan 10 ribu langkah, walaupun setelah itu keringat tak berhenti2 bercucuran dari tubuh saya.

Badan saya basah sekuyup2nya dan membuat hati tak tentram. Alhasil, saya dan kekasih hati pulang lebih cepat sebelum rangkaian acara ini berakhir.

Sebagian besar peserta masih memilih tetap di lapangan, menunggu doorprize dan menikmati berbagai macam hiburan yang disuguhkan oleh panitia di atas panggung.

Foto2 yang sempat saya ambil tadi pagi bisa dinikmati di sini.

ayo melangkah bersama-sama

biang pecicilan indonesia: the tielman brothers

Via salah satu posting di blognya pak Menteri Desain Republik Indonesia, saya mendapat pengetahuan baru tentang dunia musik, khususnya tentang musisi rock asal Indonesia. Tersebutlah sebuah grup musik Indonesia yang sempet tersohor di negeri Belanda dan kawasan Eropa, mereka adalah: The Tielman Brothers.

Sedikitpun saya belum pernah mendengar nama band ini. Kalau dibaca dari kisahnya di artikel ini, dapat diketahui kalau grup yang digawangi oleh kakak-beradik Tielman ini sudah mulai eksis sejak tahun 1945 di Surabaya (walaupun saat itu belum bernama The Tielman Brothers). Setelah kenyang manggung di Indonesia (bahkan sempat manggung di istana untuk Presiden Sukarno), sang Ayah, Herman Tielman, memutuskan untuk hijrah ke negeri Belanda bersama seluruh anggota keluarga pada tahun 1957.

Oh iya, The Tielman Brothers diperkuat oleh Andy Tielman (lead guitar, vocal), Reggie Tielman (rhytm guitar, vocal), Phonton Tielman (double bass, vocal), dan Loulou Tielman (drums, vocal).

Di Belanda, Tielman bersaudara tidak perlu waktu lama untuk menjadi terkenal lewat permainan musik mereka. Panggung musik satu per satu mereka taklukan dengan aliran musik Rock ‘N Roll. Padahal saat itu, mungkin aliran musik ini belumlah terlalu akrab di telinga publik.

Yang lebih hebat lagi, selain membawakan aliran musik cadas, The Tielman Brothers juga berani menampilkan atraksi panggung yang sangat “pecicilan” pada jaman itu. Simak tulisan yang saya kutip dari artikel ini, yang menggambarkan aksi panggung mereka pada sebuah acara yang digelar di Belgia tahun 1958:

They were allowed to fill a break of 20 minutes. They gave a spectacular rock ‘n roll show as never in Europe performed before. Andy played guitar with his foot, the guitars were played reverse in the neck, his guitar was played with the drumsticks of Loulou, the double bass was handled in a sheer acrobatic way and guitars were tossed between the brothers.

Tidak terbayang oleh saya sebelumnya kalau pada masa itu sudah ada band yang “gila” aksi panggungnya seperti The Tielman Brothers ini. Tapi, saya benar2 kagum setelah melihat video penampilan mereka ini:

Benar2 heboh dan pecicilan, kan? Dan hebatnya, semua itu mereka lakukan jauh sebelum musisi2 terkenal lain semacam Jimi Hendrix atau The Rolling Stones memesona publik dengan aksi pecicilan mereka.

Wah wah, ternyata hebat ya orang Indonesia itu (tidak seperti orang Malaysia yang cuma bisa menggebuki orang).

Selanjutnya, kenapa nama The Tielman Brothers nyaris tak dikenal dalam sejarah musik Indonesia? Kenapa mereka kalah pamor dan kalah dibandingkan dengan Koes Plus atau God Bless, misalnya? Saya belum menemukan jawaban yang pasti. Yang jelas, seperti disebutkan dalam sebuah posting milik blog aku lupa aku tua, grup ini terpaksa bubar pada tahun 1976:

Sayangnya tahun 1976 band ini bubar karena boleh dikatakan permainan mereka rada stagnan dan tidak ada perkembangan alias kurang eksplore permainan, bermain di tataran itu-itu saja. akhirnya publik pun bosan. Di usia senja, Andy Tielman lebih banyak rekaman utk lagu-lagu rohani dan sesekali tampil di publik di Belanda dengan gitarnya namun tentu karena sudah uzur tidak seliar masa lalu.

Indonesia rocks!!!

biang pecicilan indonesia: the tielman brothers

bridge blogging

Terus terang saya baru mengenal istilah Bridge Blogging di acara Pesta Blogger 2007 yang lalu. Bridge Blogging bahkan menjadi salah satu kategori untuk pemilihan blog favorit dan mempunyai sesi diskusi tersendiri pada breakout session di acara tersebut.

Sejak awal, sebenarnya saya ingin mengetahui lebih dalam lagi mengenai Bridge Blogging ini, tapi niat untuk bergabung dengan diskusinya terhalang oleh keinginan untuk mengambil momen2 menarik dalam acara ini. Akibatnya saya hanya sempat mengambil gambarnya saja:

Diksuki kelompok tentang Bridge Blogging tersebut difasilitasi oleh Ong Hock Chuan (sebelah kiri, mengenakan baju hitam) dan Preetam Rai dari Global Voices Online (paling kanan, mengenakan kaos coklat).

Buat yang juga belum tahu tentang Bridge Blogging, mungkin definisi singkat yang saya ambil dari salah satu artikel Unspun ini bisa membantu memberi pencerahan:

Bridge blogging is writing your blog in English or some language other than Indonesian so that the world outside has another window with which to peer into your country.

Seandainya makin banyak orang Indonesia yang mempunyai Bridge Blog, mungkin citra Indonesia di mata dunia sedikit demi sedikit bisa diperbaiki. Yah paling tidak, dunia tidak hanya memandang Indonesia dari prestasi korupsinya, atau tidak lagi beranggapan bahwa Indonesia itu bangsa yang masih primitif, suka meneror, atau suka rusuh. Terlalu banyak kebaikan dan keindahan Indonesia yang belum pernah diketahui oleh dunia.

Saya sebenarnya juga ingin bisa membuat sebuah blog yang berbahasa Inggris, tapi belum sekarang atau dalam waktu dekat. Ketika saatnya tiba, fistonista.net mungkin akan ditulis dalam bahasa Inggris.

bridge blogging

bercinta di pesawat penumpang terbesar?

Kalau saya ditanya oleh wartawan majalah wanita dewasa (semacam Cosmopolitan gitu deh), dimanakah tempat favorit untuk bercinta, mungkin saya akan menjawabnya dengan beberapa jawaban: di dapur, di jok belakang mobil, di semak belukar, atau mungkin di antara rak2 toko buku Gramedia.

Sayangnya saya belum pernah ditanya oleh seorang wartawan pun (kalau bercinta sudah dong?…huahaha).

Tapi setelah membaca salah satu artikel di BBC ini, saya jadi berangan2 suatu hari saya bisa bercinta dengan pasangan saya di pesawat terbang yang sedang berada pada ketinggian sekian ribu kaki di atas permukaan laut. Pasti rasanya penuh dengan sensasi.

Kalau di film2, tempat yang paling sering dijadikan tempat bercinta adalah di toilet pesawat. Sempit, sesak, apalagi kalau dua orang berada di situ bersama2. Tapi, dengan kondisi yang serba terbatas itulah (katanya) bercinta menjadi lebih panas.

Seingat saya ada juga sebuah film (atau ini fantasi saya sendiri ya?) yang menggambarkan seorang lelaki dan seorang wanita yang bercinta di tempat duduk saja.

Kembali ke artikel tadi, bercinta di pesawat terbang superbesar: Airbus A380, adalah sesuatu yang dilarang. Paling tidak kalau kita menaiki pesawat milik maskapai penerbangan Singapore Airlines:

Singapore Airlines has taken the unusual step of publicly asking passengers on its new Airbus A380 plane not to engage in any sexual activities.

The potential problem has arisen because the first class area of its giant superjumbo contains 12 private suites complete with double beds.

Singapore, which is the first airline to start flying the A380, said the suites were not sound-proofed.

It said it did not want anyone to offend other travellers or crew.

Singapore added that while the suites were private, they were also not completely sealed.

bercinta di pesawat penumpang terbesar?