anak-anak kucing di rumah

Semua bermula pada bulan Ramadhan 2005. Saat itu, beberapa hari menjelang lebaran, saya diam2 membeli seekor anak kucing pada malam hari. Keesokan harinya, ibu saya ngomel2 begitu melihat ada seekor anak kucing berlari2 di dalam rumah. Beliau kuatir nanti si kucing ini berbuat keonaran di dalam rumah: buang kotoran sembarangan, mencuri makanan, dan berbagai macam tindak kriminal kucing lainnya.

Anak kucing yang saya beli ini kemudian saya beri nama Tongki, yang artinya…ehm…saya juga tidak tahu artinya. Tongki adalah kucing keturunan persia. Jadi bukan kucing kampung biasa. Buat saya, ini pertama kalinya saya memelihara kucing non-kampung. Dan saya baru tahu kalau perilaku kucing seperti Tongki berbeda dengan kucing kampung biasa, yang dari lahir sudah hidup bebas tanpa aturan.

Sedari lahir, Tongki sudah dibiasakan untuk makan makanan kucing dari atas cawan. Sehingga dia tidak akan tertarik untuk memakan seonggok ikan asin atau dendeng sapi, walaupun makanan itu sudah ada di depan hidungnya.

Tongki juga sudah dibiasakan untuk membuang kotoran di pasir khusus. Sehingga secara naluri, dia akan mencari pasir kalau sedang kebelet. Ini berbeda dengan kucing kampung yang biasanya suka buang kotoran di sembarang tempat.

Melihat perilaku Tongki yang penuh tata krama kucing, luluhlah hati ibu saya. Beliau tidak lagi curiga dan benci kepada si Tongki, bahkan ibu saya kemudian malah membeli seekor kucing persia betina yang diberi nama Mory untuk menemani Tongki.

Akhirnya, ibu saya malah sangat memperhatikan kesejahteraan hidup kedua kucing tersebut. Sampai2 sekarang ibu saya sudah mempunyai langganan seorang dokter hewan dan seseorang lagi yang biasanya memandikan kucing2 tersebut.

Singkat cerita, setelah bulan demi bulan berlalu, Mory sudah mempunyai 4 ekor anak sekarang. Seekor diantaranya terpaksa berpisah dari saudara2nya karena diminta oleh seorang teman. Sedangkan Tongki sudah tidak ada lagi di rumah ini, karena ada seseorang dari Tasikmalaya yang membelinya.

Jadi, sekarang ada 4 ekor kucing di rumah ini. Selain Mory, ada Roby yang berwarna putih, Rosy yang berwarna hitam dan Romy yang berwarna kuning kecoklatan.

Video si Romy sudah saya masukkan ke YouTube:

Lain kali saya upload lagi foto2 dan video2 mereka.


3 Comments

  1. aku pengen banget punya kucing.. tapi gimana ya kan kerja+kuliah, kesian ga keurus malah kucingnya. kecuali ada daycare di kantor.. hohohohoh..

    ah, Fisto.. jadi kangen Jogja nih.. pengennnnnn ke Jogja.. huhuhuks.. aneh emang Jogja itu.. padahal seharusnya saya ga punya ikatan emosional apa2 sama Jogja. But i love Jogja just like i love Bandung!

  2. Keluarga dari istriku punya kucing banyak banget (terakhir ada sekitar 7kucing, tapi pernah lebih dari sepuluh). Aku pertama pacaran takut sama kucing. Adiknya istriku suka nakut2in aku dengan mendekatkan kucing2 itu ke aku. Aku sampe njerit2 dulu karena ketakutan. Sekarang udah ga takut lagi, tapi tetep aja ga suka sama kucing.

  3. Saya punya banyak kucing di rumah kira2 ada sembilan setiap pagi sudah menunggu di depan rumah untuk di beri makan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s