Bulan Ramadhan kali ini adalah bulan ramadhan kelima yang saya lewati di kota Balikpapan. Tak terasa memang. Waktu berlalu begitu cepat.
Dalam kurun waktu kurang lebih empat setengah tahun ini, Balikpapan mengalami perkembangan yang cukup pesat. Waktu saya pertama kali menginjakkan kaki di kota ini, kondisi lalu lintasnya belumlah sepadat sekarang.
Belum lagi pertokoan, pusat perbelanjaan, hotel2, rumah makan, dan sebagainya, yang jumlahnya terus bertambah dari hari ke hari. Kemudian pengembangan kawasan2 baru yang terus terjadi, baik itu kawasan untuk pemukiman maupun untuk industri dan perdagangan. Balikpapan memang sedang berkembang.
Sayangnya, pertumbuhan kota ini tidak dibarengi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai. Terutama listrik.
Kebutuhan listrik untuk sebuah kota yang sedang berkembang tentu saja makin besar, seiring dengan perkembangan kota dan banyaknya investor yang masuk ke kota ini. Tapi kenyataannya, keadaannya sekarang bisa dibilang justru sebaliknya. Seperti penyakit yang sudah kronis, pemadaman listrik seakan sudah menjadi rutinitas yang harus dialami sebagian besar warga kota ini. Penggiliran pemadaman listrik bahkan sudah sampai dijadwalkan dan diumumkan di koran2 lokal. Continue reading
