membuat driving license qatar (bagian V)

Tags

, , , , , ,

Selasa pagi saya sudah berada di sekolah mengemudi Al-Khebra, Doha. Kali ini dalam rangka mengikuti ujian menyetir di jalan raya atau road test yang ketiga kalinya, setelah gagal dalam 2 kali road test yang terdahulu.

Sebelumnya saya telah mengikuti kursus menyetir 12 jam yang menjadi syarat agar bisa mengikuti ujian ini. Jika saya gagal lagi kali ini, maka saya harus mengikuti 12 jam kursus lagi sebelum bisa mencoba road test berikutnya.

Pagi ini, terus terang saya agak gugup juga walaupun instruktur saya selalu meyakinkan bahwa saya akan lulus dalam road test ini. Di dalam ruang tunggu, ada sekitar 30 orang yang sedang menunggu giliran until dipanggil dan saya perhatikan hampir semua raut muka mereka menunjukkan ketegangan. Road test ini memang menjadi momok yang menakutkan karena tingkat kelulusannya konon sangat kecil. Padahal, driving license sangat diperlukan di Qatar ini mengingat transportasi publik masih belum cukup memadai. Mengendarai kendaraan pribadi menjadi pilihan nomer satu bagi sebagian besar orang.

Ketika giliran saya tiba, alhamdulillah saya bisa mengendarai mobil dengan cukup tenang. Bahkan saya hanya memerlukan waktu sekitar 3 menit saja sebelum akhirnya petugas polisi yang menilai saya menyuruh saya untuk menepikan kendaraan, tanda bahwa ujian bagi saya sudah cukup.

Waktu saya dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan driving license, perasaan saya lega dan senang sekali. Sepertinya ada beban besar yang lepas dari pundak saya saat itu. Apalagi istri saya pun sudah berhasil memiliki driving license sehari sebelumnya.

Saran saya bagi yang baru datang ke Qatar dan hendak mendapatkan driving license, akan lebih baik jika mengambil sekolah mengemudi terlebih dahulu. Durasi kursusnya bisa disesuaikan dengan kondisi dan kepercayaan diri masing-masing. Kalau sudah lama tidak menyetir atau belum pernah menyetir sama sekali, silakan ambil yang full course. Kalau sudah memegang SIM Indonesia, bisa mengambil yang half course atau short course.

Mengapa saya anjurkan seperti ini? Karena dengan mengikuti kursus terlebih dahulu, paling tidak kita bisa belajar aturan-aturan dalam berlalu lintas dan kondisi jalan raya di negeri ini yang tentu berbeda dengan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan saat ujian nanti, kita bisa lebih percaya diri dan cukup memiliki pengetahuan yang diperlukan dalam mengendarai kendaraan bermotor di Qatar. :)

membuat driving license qatar (bagian IV)

Tags

, , ,

Dari sekian banyak perjuangan yang harus dilalui untuk hidup di Qatar, mungkin perjuangan untuk mendapatkan SIM (driving license) adalah salah satu yang paling berliku, penuh onak dan duri. Setidaknya itulah yang saya alami sendiri selama 3 bulan tinggal di sini. 

Untuk mendapatkan driving license di sini, kita bisa memilih jalur direct test maupun mengikuti driving school terlebih dahulu. Dulu saat saya baru sebulan di sini, saya mencoba direct test atas pertimbangan biaya yang jauh lebih murah dan merasa pengalaman menyetir saya sudah cukup. Awalnya terasa mudah karena saya berhasil lulus signal test (ujian komputer) dan parking test. Namun begitu road test (ujian di jalan raya), saya gagal 2 kali dan hingga sekarang belum berhasil mengisi dompet saya dengan driving license Qatar.

Sesuai peraturan yang berlaku, jatah untuk mengikuti road test dari Traffic Department (semacam ditlantas) hanya 2 kali. Itu berarti saya sudah tak punya kesempatan untuk mengambil road test lagi, kecuali harus mengikuti driving school alias kursus mengemudi terlebih dahulu. 

Di Qatar, ada beberapa driving school yang memberikan jasa kursus menyetir. Biasanya mereka menawarkan 3 macam kursus, yaitu Full (40 jam), Half (25 jam) dan Short (12 jam). Bagi yang belum pernah menyetir sama sekali ataupun tidak memiliki SIM yang valid, mereka diharuskan untuk memilih yang full course. Sedangkan yang sudah memiliki SIM, bisa memilih yang half maupun short course. Saya dan istri memilih yang short course yang sekali lagi karena pertimbangan biaya dan waktu.

Karena saya sudah pernah lulus signal test dan parking test, maka seusai sesi kursus nanti selesai, saya langsung mengikuti road test. Oleh karena itu, selama 12 jam kursus ini, saya hanya praktek menyetir di jalan raya…1 jam setiap hari, selama 12 hari. 

residence permit untuk keluarga

Tags

, , , ,

Dengan peraturan yang berlaku sekarang, seorang yang ingin tinggal bersama keluarga harus mensponsori sendiri keluarganya. Dan itu hanya bisa dilakukan setelah yang bersangkutan memiliki residence permit atau RP. Saya harus menunggu sekitar sebulan untuk mendapatkan RP. Setelah resmi memegang RP, saya harus menunggu 2 minggu lagi untuk mengurus visa masuk atau entry visa bagi istri dan anak-anak saya.

Dengan entry visa tersebut, istri dan anak-anak saya sudah bisa datang dan bergabung dengan saya di Doha. Alhamdulillah, sekarang mereka sudah tinggal di sini sejak lebaran haji yang lalu atau berarti sudah sekitar 3 minggu.

Apakah urusan untuk keluarga selesai? Belum juga, karena segera setelah mereka menginjakkan kaki di Qatar, saya harus segera mengurus RP buat mereka. Untungnya perusahaan saya memberikan bantuan pengurusan RP, sehingga praktis yang saya lakukan hanya menyiapkan dan memasukkan dokumen ke bagian yang mengurusi ijin tinggal di kantor saya.

Saat ini status kami masih menunggu RP untuk istri dan anak-anak. Buat anak-anak RP ini sangat penting karena sesuai peraturan yang ada, mereka belum bisa didaftarkan ke sekolah mana pun jika belum memiliki RP. Mudah-mudahan RP mereka bisa segera diterbitkan dalam waktu dekat.

kepemilikan kendaraan

Tags

, , , ,

Karena Qatar belum memiliki sistem transportasi massa yang cukup memadai, maka memiliki sebuah kendaraan (baca: mobil) adalah salah satu kebutuhan utama bagi sebagian masyarakatnya. Kepemilikan mobil bisa didapatkan dengan cara membeli atau pun dengan sistem lease. Kedua cara tersebut masih lebih murah ketimbang menyewa mobil, apalagi jika kita akan menggunakan mobil tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama.

Pada bulan pertama saya tinggal di Doha, saya menyewa sebuah mobil sedan Chevrolet Aveo dengan tarif QR 1,995 sebulan. Harga sewa itu sudah termasuk asuransi namun kerusakan kaca depan dan velg tidak ditanggung. Sialnya saya sempat membuat velg mobil itu rusak sehingga saya harus membayar QR 700 untuk mengganti kerusakan tersebut. :(

Kebetulan saya mendapatkan bantuan dari perusahaan untuk membeli sebuah mobil, sehingga selama beberapa minggu saya rajin menyambangi situs-situs jual-beli mobil baru/bekas seperti Qatar Sale ataupun CarSemsar serta situs informasi QatarLiving.com untuk mencari sebuah mobil yang cocok dengan selera dan budget. Alhamdulillah dua minggu lalu saya menemukan sebuah mobil bekas tapi masih cukup bagus kondisinya.

Untuk memiliki sebuah mobil, kita harus memiliki Qatar ID karena data kita akan digunakan untuk menerbitkan Istimara, atau semacam STNK kalau di Indonesia. Jadi kemarin waktu antara saya dan si penjual sudah deal, kami bersama-sama pergi ke Traffic Headquarter, semacam kantor Dirlantas Polri kalau di Indonesia, untuk mengalihkan kepemilikan dari si penjual kepada saya.

Saya pikir prosesnya akan lama dan perlu mengantri. Ternyata sesampai di gedungnya, loket-loketnya relatif sepi sehingga kami tak perlu mengantri dan langsung dilayani. Si petugas hanya meminta Istimara yang lama, Qatar ID kami masing-masing, dan meminta pembayaran biaya transfer sebesar QR 100. Setelah itu, tak sampai 5 menit, kartu Istimara yang baru langsung jadi.

Wah, saya cukup terkesan dengan proses yang begitu mudah dan cepat. :)

qatar, negara kedua tertinggi tingkat polusinya

Tags

, , ,

Laporan dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO baru-baru ini menunjukkan bahwa Qatar adalah negara dengan tingkat polusi tertinggi nomer dua di dunia setelah Pakistan. Hal ini tentu saja ada hubungannya dengan jumlah kendaraan bermotor di negeri ini serta pertumbuhan penduduk yang luar biasa cepatnya dalam beberapa tahun terakhir.

Saya sendiri tak menduga bahwa polusi di Qatar akan setinggi itu karena walaupun kondisi lalu lintasnya sangat padat dan sering macet, tapi udaranya tak begitu terasa tercemari dengan asap kendaraan. Mungkin karena suhu udara di sini yang relatif selalu tinggi. Jadi jangan dibayangkan sekarang kondisi udara di Qatar dipenuhi dengan kabut asap dan kotor. Justru terlihat seperti normal saja kalau dirasakan dengan indera manusia.

Semoga hal ini tidak berdampak buruk terhadap kesehatan anak-anak. Apalagi kalau mereka harus melakukan kegiatan outdoor nantinya. :(

membuat driving license qatar (bagian III)

Tags

, , ,

Setelah menunggu 3 minggu, akhirnya pada tanggal 10 September yang lalu, saya mengikuti ujian praktek berupa parking test atau ujian untuk memarkir kendaraan. Sebenarnya pada hari yang sama saya juga mengikuti road test atau ujian mengendarai kendaraan di jalan raya, namun karena bentrok dengan jadwal kegiatan yang lain, road test-nya saya minta untuk diundur 3 hari setelah parking test.

Ujian parkir ini terbagi atas 2 bagian, yang pertama adalah L-parking di mana peserta akan diminta untuk mengendarai mobil dalam sebuah jalur berbentuk huruf L dan agak menanjak, dan kemudian diminta untuk memundurkan mobil dan mengembalikannya ke tempat semula. Bagian kedua adalah pocket parking atau orang biasa menyebutnya juga sebagai parallel parking, di mana peserta akan diminta untuk memarkir mobil secara paralel.

Saya berhasil melewati kedua jenis ujian parkir tersebut karena sebelumnya saya sudah mendapatkan tips & tricks dari teman-teman. Seorang petugas polisi memberikan selembar formulir penilaian yang menyatakan saya lulus ujian parkir ini dan untuk selanjutnya saya diharuskan mengikuti road test.

Tiga hari setelah ujian parkir, saya kembali mendatangi tempat ujian sejak jam 5 pagi. Saya pikir makin pagi saya datang, maka makin cepat juga giliran saya untuk mengikuti ujian ini. Namun ternyata saya salah, karena saya baru dipanggil untuk masuk ke dalam mobil sekitar jam 8.45!

Saya masuk ke mobil yang digunakan untuk melakukan road test bersama dengan 2 peserta lainnya serta seorang petugas polisi yang akan melakukan penilaian terhadap kami bertiga. Kami mengendarai mobil tersebut di jalan raya secara bergantian.

Kebetulan saya mendapatkan giliran yang terakhir. Setelah peserta kedua selesai dan meminggirkan mobil tersebut, saya lalu masuk ke belakang kemudi dan menyetel kembali kaca spion dan posisi tempat duduk. Lalu, dengan berhati-hati saya lalu mulai menjalankan mobil tersebut.

Baru berjalan beberapa ratus meter, saya harus mengendarai mobil itu di belakang sebuah truk besar yang berjalan lambat. Saya berpikir kalau harus menunggu terus di belakang truk ini, mungkin si polisi akan menilai saya belum mahir mendahului kendaraan lain atau overtaking. Maka, dengan penuh percaya diri saya pun menyalip truk besar tersebut sebelum akhirnya saya memasuki roundabout yang pertama.

Rute yang kami lalui pagi itu memang melalui banyak sekali roundabout. Saya diberitahu bahwa kunci saat melewati sebuah roundabout adalah selalu lihat ke sebelah kiri (karena di Qatar kemudi ada di sebelah kiri dan kendaraan berjalan di sisi kanan) dan terus maju jika tak ada kendaraan dari sebelah kiri. Saya pun berhasil melewati 5 atau 6 roundabout dengan lancar dan percaya diri.

Setibanya kembali di tempat ujian, para peserta masih harus menunggu hasilnya kurang lebih sejam. Selama menunggu saya sudah merasa bahwa diri saya akan lulus dalam road test ini karena menurut saya ujian tadi bisa saya lewati dengan lancar.

Kurang lebih pukul 10 pagi, seorang petugas keluar dari sebuah ruangan dan mulai berteriak-teriak memanggil-manggil nama para peserta pagi itu yang jumlahnya mungkin mencapai 30 orang lebih. Ketika nama saya dipanggil, saya pun segera mengambil formulir penilaian saya hanya untuk mengetahui bahwa saya dinyatakan GAGAL.

Awalnya saya tak percaya. Pada formulir yang ditulis dalam tulisan Arab tersebut, ada 6 tanda silang yang saya duga merupakan bagian yang tidak berhasil saya lalui dengan benar. Tapi tentu saja saya belum tahu bagian mana saja itu karena semuanya tertulis dalam tulisan Arab. Saya pun langsung menuju ke kasir untuk melakukan penjadwalan ulang terhadap road test berikutnya. Saya mendapatkan jadwal sebulan kemudian.

Sesampai di kantor, saya minta tolong teman saya untuk menerjemahkan tulisan-tulisan dalam formulis penilaian tadi. Dari situ saya tahu bahwa saya gagal pada bagian:

  • Overtaking (iya, pasti gara-gara menyalip truk lambat itu)
  • Tidak fokus saat mengendarai
  • Tidak mampu mengontrol kendaraan
  • Tidak menjaga jarak yang aman dengan kendaraan di depan
  • Tidak memperhatikan rambu-rambu lalu lintas
  • Tidak berpindah dari lajur kiri – kanan secara benar

Terus terang saya tidak paham kenapa saya dianggap melakukan kesalahan-kesalahan di atas (kecuali yang bagian overtaking). Tapi saya anggap memang saya belum mengendarai kendaraan dengan baik dan benar. Paling tidak saya tahu area mana saja yang perlu saya perbaiki pada road test berikutnya.

Bersambung ke bagian IV.

happy 6th birthday, Luna!

Tags

, , , , ,

Hari ini, anak pertama saya, Luna Alandra Prinza, atau lebih sering dipanggil Luna, tepat berusia 6 tahun. Saya merasa agak sedih juga karena saat ini saya tak bisa hadir secara fisik bersamanya di Balikpapan, namun dengan kemajuan teknologi jarak tak lagi terasa begitu jauh. Saya masih bisa memberinya ucapan selamat lewat Facetime dan menanyakan kado apa yang dia inginkan.

Bulan lalu, saya masih sempat mengantarkan Luna masuk SD kelas 1 pada hari pertamanya sekolah. Iya, tak terasa dia sudah menjadi seorang siswa sekolah dasar saja.

Luna Alandra Prinza 6 tahun

Untuk mengisi kegiatan sehari-hari, Bunda-nya juga mengikutkan Luna ke les bahasa Inggris dan mengaji, jadi jadwalnya setiap hari sudah cukup padat. Namun dari cerita Bunda-nya, Luna masih menikmati itu semua karena memang dia termasuk anak yang suka belajar hal-hal yang baru.

Kegiatan Luna lainnya yang juga dia gemari adalah menggambar. Dia menggambar apa saja yang dia suka. Sebenarnya saya ingin dia ikut les gambar juga supaya lebih terarah, tapi sampai saat ini kami belum menemukan tempat belajar menggambar yang sesuai. Mudah-mudahan nanti kalau sudah di Doha, kami bisa mendapatkannya.

Selamat ulang tahun, anak gadisku. Semoga engkau jadi anak yang shalehah dan berguna bagi lingkungan ya… :)

rumah makan indonesia

Tags

, , , , ,

Salah satu hal yang bisa membuat saya melupakan sejenak kerinduan akan keluarga di tanah air adalah masakan Indonesia. Di Qatar sudah banyak rumah makan yang menyediakan masakan khas Indonesia, tapi sampai saat ini saya baru mencoba 2 di antaranya, yaitu Central Indonesian Restaurant dan Restaurant Jakarta.

Menu yang disediakan oleh kedua rumah makan tersebut cukup beragam, tapi yang saya suka adalah menu masakan rumahan yang bisa kita pilih sesuai selera kita. Selain itu, mereka juga menyediakan menu-menu khusus seperti lontong sayur, bubur ayam, soto ayam, mie bakso dan lain-lain sebagainya.

Beberapa hari belakangan ini, saya sering memesan makanan ke Rumah Makan Jakarta lewat telepon. Tak berapa lama akan ada seorang kurir yang akan mengantar pesanan saya sekaligus menerima pembayarannya. Lumayan bisa menghemat, karena sekali pesan bisa untuk dua kali makan. Kita juga bisa memesan untuk beberapa hari sekaligus seperti layaknya layanan katering. Porsinya pun bisa disesuaikan dengan keinginan kita. Bisa lauk saja ataupun dengan nasi.

Sesekali saya juga makan di sana sepulang dari kantor. Biasanya saya memesan nasi campur yang ditemani dengan kecap manis cap Bango dan segelah es teh manis. Hmmm….suegerrrnyaaaa….

Update:

Kemarin saya juga sudah mencoba Minang Restaurant yang tentu saja menyediakan aneka makanan khas Minangkabau. Ada rendang (dan rendang Onta!), gulai, sambal hijau, dan lain-lain.

bahasa pengantar

Tags

, , , ,

Bahasa resmi di Qatar adalah bahasa Arab. Namun dengan jumlah pendatang yang mencapai 87% dari total jumlah penduduknya, maka Bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar yang umum digunakan di mana-mana. Sejauh ini, saya tidak pernah kesulitan untuk mencari informasi atau berkomunikasi dengan orang lain karena masalah bahasa. Di tempat-tempat umum misalnya, selain tulisan Arab, biasanya dilengkapi juga dengan tulisan latinnya dalam bahasa Inggris.

Kemampuan bahasa Inggris masih pas-pasan seperti saya? Jangan khawatir, yang dibutuhkan untuk bisa survive di sini tidak perlu harus punya nilai TOEFL yang tinggi atau bisa berbicara dengan grammar atau pronounciation yang baik dan benar.

Banyak pendatang (dan juga orang Qatari sendiri) yang tidak terlalu menguasai bahasa Inggris. Jadi kita cukup menguasai kata-kata yang umum digunakan saja dalam bahasa Inggris lalu jika diperlukan bisa ditambahkan dengan bahasa tubuh, insya Allah komunikasi akan tetap lancar. Yang penting orang yang kita ajak bicara mengerti apa yang ingin kita sampaikan.

Beberapa saat yang lalu saya mengambil training singkat untuk ujian SIM Qatar. Kebetulan instrukturnya adalah orang Nepal (atau Sri Lanka, saya tak begitu ingat) yang bahasa Inggrisnya boleh dibilang cukup seadanya, padahal menurutnya dia sudah bekerja selama 6 tahun sebagai instruktur. Hebat yah!

Jadi selama masa latihan, komunikasi yang terjadi antara saya dan dirinya dilakukan melalui bahasa Inggris yang sangat basic, semacam “Left!”, “Right!”, “Go faster!”, “Slowly”, “Mirror”, “Police”, “Fail!”, dan lain sebagainya. Seingat saya, dia tak pernah memberikan instruksi dalam sebuah kalimat yang lengkap. Tapi toh saya bisa memahami dan kami saling mengerti. Hahaha….

Yang paling saya ingat adalah saat dia memberikan instruksi yang isinya sama dengan instruksi sebelumnya. Alih-alih dia membeberkan kembali step by step-nya, dia cukup berkata, “This one, same-same”,  maksudnya kurang lebih, yang ini sama urut-urutannya dengan yang sebelumnya. :D

stop!

Tags

, ,

Sudah hampir 3 minggu saya tinggal di Doha. Saya masih belum bisa beradaptasi dengan udaranya yang panas dan lembap. Namun kata teman-teman saya, mendekati akhir tahun nanti, cuaca di Doha akan makin bersahabat dan berkurang kelembapannya.

Saya masih harus beradaptasi dengan lalu lintasnya yang unik. Jalanan di Doha cukup bagus dan memiliki banyak petunjuk dan rambu. Sebenarnya kalau para pengemudinya tidak ugal-ugalan, mengendarai mobil di Doha mungkin akan terasa menyenangkan. Namun di sini mau tidak mau saya juga terpacu untuk selalu tancap gas, terutama jika di jalan besar. Kalau kita lelet, mobil di belakang bisa membunyikan klakson keras-keras. Hahaha.

stop

Urusan makanan lebih melegakan karena hampir 100% makanan di sini insya Allahhalal, sehingga tak perlu terlalu risau. Jenisnya pun cukup beragam, dari makanan khas padang pasir, India, Indonesia, hingga fast food banyak tersedia di sini. Saya sendiri terkadang memesan katering makanan Indonesia kalau sedang malas makan di luar. Maklum, selama belum ada istri di sini saya tidak pernah masak di rumah, kecuali masak Indomie.

Yang masih membuat saya galau sekarang adalah urusan resident permit atau RP yang belum kelar. Memang sih katanya prosesnya sekitar 2 hingga 3 minggu, namun kalau RP saya belum jadi, itu berarti saya juga belum bisa mulai mengurus RP untuk keluarga saya yang kemungkinan akan makan waktu 3 minggu lagi.

Belum lagi urusan sekolah yang masih belum pasti. Ada beberapa sekolah baru yang sudah saya hubungi lagi, tapi itupun masih menunggu konfirmasi dari mereka apakah anak saya bisa mendapatkan bangku atau tidak. Kemudian untuk urusan pembayaran uang sekolah juga perlu effort lagi, karena nantinya akan dibantu oleh perusahaan, maka sekolah-sekolah baru tersebut harus disetujui dulu oleh pihak perusahaan saya agar uang sekolahnya bisa dibayarkan.

Sedang kusut masalah-masalah itu, kemarin sore mobil saya melintasi sebuah lubang besar di jalan sehingga roda bagian depan kanannya rusak dan bannya kempes. Untungnya saya masih bisa mengendarainya hingga sampai di rumah dengan selamat. Hari ini saya mesti menunggu mekanik dari tempat penyewaan mobil tersebut untuk datang memperbaiki.

Kalau sudah begini, lebih baik saya berhenti sejenak, berwudhu, mengadu kepada yang mengatur segala yang ada di dunia…semoga semuanya dimudahkan.