ini doha

Tags

, ,

Mengundurkan diri dari sebuah perusahaan di mana saya telah 12 tahun bekerja di dalamnya, menjalin banyak pertemanan, mendapatkan banyak kesempatan dan tantangan, ternyata merupakan sebuah keputusan yang sulit. Tapi atas berbagai pertimbangan dan diskusi dengan keluarga, akhirnya saya pun mengambil keputusan untuk mundur dan mengambil kesempatan baru di sebuah perusahaan lain yang berlokasi di Doha, Qatar.

Saya dan istri saya melihat kesempatan ini tidak hanya dari segi finansial semata, namun kami lebih memandangnya sebagai pintu untuk melangkah ke babak baru dalam perjalanan keluarga kecil kami. Sebuah petualangan yang baru, yang mungkin akan mengantarkan kami ke cita-cita keluarga kami yang sudah kami rencanakan sejak lama, terutama bagi kedua anak kami, Luna dan Bima.

Saat ini, sudah seminggu saya tinggal di Doha. Sementara anak-anak dan istri baru bisa menyusul saat izin tinggal untuk mereka sudah jadi, mungkin butuh waktu hingga 2 bulan lagi.

Sejauh ini, saya cukup menikmati suasana kota ini. Udaranya tentu saja lebih panas daripada di tanah air dan kebetulan sekarang kelembapan udaranya sedang tinggi sehingga jika kita berada di udara terbuka, keringat gampang sekali keluar membasahi tubuh.

Masyarakatnya sangat heterogen. Selain penduduk asli Qatar (biasanya disebut sebagai Qatari), sebagian besar masyarakatnya adalah pendatang dari pelbagai penjuru dunia. Orang India mungkin yang terbanyak karena mereka seperti ada di mana-mana. Lalu saya juga sering menemui orang Philippine, sepertinya kebanyakan dari mereka bekerja di sektor jasa. Kemudian tentu saja dari Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, Bangladesh, orang-orang Eropa dan Amerika serta dari negara-negara lain.

Negeri kecil ini jelas sangat makmur. Pembangunan infrastruktur dan berbagai macam bangunan terlihat di setiap sudut kota. Lalu lintasnya cukup padat dilalui oleh kendaraan-kendaraan mentereng yang kebanyakan berbadan bongsor dan berkecepatan tinggi.

Setidaknya ada sepuluh pusat perbelanjaan atau mal yang tersebar di Doha. Namun kelihatannya pemerintahnya tak lupa membangun ruang terbuka hijau di beberapa tempat. Agak susah memang membayangkan bagaimana mereka bisa membangun dan merawat taman berumput di tengah gurun seperti ini.

Jadi yah inilah Doha. Kurang lebih. :)

dua minggu bersama iPad mini with retina display

Tags

, , , ,

Ada beberapa hal yang mengesankan bagi saya setelah menggunakan iPad mini with Retina display ini selama 2 minggu. Yang pertama adalah fisiknya. Menurut saya ukuran iPad mini sangat pas untuk sebuah tablet. Tidak terlalu besar sehingga nyaman dipegang dan ditenteng. Tidak juga terlalu kecil sehingga apa yang ditampilkan di layar masih nyaman untuk dilihat dan dibaca. Bobotnya cukup ringan sehingga membaca ebook ataupun majalah/koran pun tak akan membuat tangan pegal.

Mengenai ketajaman layar Retina, menurut saya memang terlihat sekali perbedaannya dibandingkan dengan layar biasa. Semua terlihat sangat tact-sharp, tajam sekali, setajam silet! Perbedaan ini makin saya rasakan ketika saya kembali membaca pada layar iPad 2. Seolah-olah iPad 2 dibuat satu dekade yang lalu.

Daya tahan baterainya sangat mumpuni. Dengan pemakaian yang normal (menurut ukuran saya), baterai iPad mini ini bisa tahan hingga lebih daripada 1 hari tanpa perlu diisi ulang.

Prosesor A7 yang ditanam di dalamnya juga memberikan performa yang lebih baik tanpa menghasilkan panas yang berlebih. Beberapa aplikasi terasa lebih snappy dibandingkan saat dijalankan di iPad.

alasan memilih calon presiden

Tags

, , , , , , , ,

Rasanya semenjak orde baru tumbang, belum pernah bangsa ini merasakan suasana pesta demokrasi semeriah pemilihan presiden 2014 kali ini. Gontok-gontokan antar pendukung para pasangan calon presiden dan wakil presiden mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia dalam 2 bulan terakhir ini. Saking serunya, gegap gempitanya pilpres saat ini mampu mengalahkan riuhnya momen piala dunia di Brazil.

Penyebabnya tentu saja karena pilpres kali ini yang hanya mengusung 2 pasang calon saja sehingga dukungan dari masyarakat sangat terpolarisasi dan kita bisa melihat kekuatan kedua kubu cukup berimbang. Hasil survey dari beberapa lembaga survey memperlihatkan adanya trend bahwa pilpres nanti akan menghasilkan selisih suara yang amat tipis di antara kedua calon yang ada, Prabowo & Hatta serta Joko Widodo & Jusuf Kalla.

Linimasa saya di Facebook, Twitter maupun Path serta beberapa grup di BBM maupun Whatsapp pun penuh dengan dukungan untuk kedua pasangan calon. Belum sampai membuat saya eneg sih, tapi kadang kala saya suka geli sendiri saat membaca tautan berita yang menurut saya isinya sangat konyol atau dibuat-buat. Saya heran saja, yang share itu kok ya mau sharing sesuatu yang isinya begitu amat. :)

Tentu ada 1001 alasan untuk memilih. Namun di sini, berdasarkan pengamatan saya terhadap linimasa dan teman-teman saya, saya hanya akan menuliskan beberapa contoh alasan saja mereka mengapa memilih salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden pada pilpres 2014 ini.

  1. Memilih karena kesamaan ideologis, kelompok atau keyakinan. Biasanya karena partai atau kelompok yang mereka dukung berada di belakang salah satu pasangan calon yang ada. Atau karena mereka melihat si calon itu sendiri juga memiliki kesamaan dengan mereka.
  2. Memilih karena ketokohan sang calon. Misalnya karena si calon itu orangnya dinilai tegas dan berani, atau merakyat dan bersih.
  3. Memilih salah satu calon karena tidak suka dengan calon yang lain. Alasan ketidaksukaannya pun bisa bermacam-macam misalnya karena rekam jejak yang buruk, pencitraan, dianggap tidak mempunyai tingkat keshalihan yang tinggi, beda keyakinan atau suku, dianggap suka ingkar janji, dan lain sebagainya. Bahkan saya melihat ada beberapa orang yang terkesan membenci salah satu calon tanpa alasan yang cukup jelas.
  4. Memilih salah satu calon karena tidak suka dengan partai pengusung calon yang lain. Beberapa orang sebenarnya cukup bisa menerima salah satu calon, namun karena tidak suka dengan partai pengusung si calon, maka pilihan pun beralih ke calon yang lain.
  5. Memilih karena objektivitas. Beberapa orang melakukan analisa yang komperehensif terhadap data dan fakta masing-masing pasangan calon sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan mereka. Sayangnya, orang yang memilih karena alasan ini jumlahnya sedikit.
  6. Memilih berdasarkan bisikan atau tanda-tanda alam. Iya bung, ini Indonesia!
  7. Memilih apa yang dipilih oleh pasangannya. Yaa semacam “Gue mah ikut apa pilihan suami aja!”
  8. Belum menentukan pilihannya. Mungkin pilihan baru akan dijatuhkan saat berada di bilik suara nanti.

pasar segar balikpapan

Tags

, , , ,

Sambil mengisi waktu menjelang berbuka, saya dan istri pergi ke Pasar Segar, sebuah pasar tradisional berkonsep modern yang terletak di daerah Balikpapan Baru. Kebetulan lokasinya tak terlalu jauh dari rumah kami, hanya sekitar 10 menit saja.

Untuk ukuran sebuah pasar tradisional, Pasar Segar ini terbilang sangat bersih dan tertata rapi. Lantainya saja full keramik, tidak ada yang namanya tanah yang becek dan bau yang lazim kita jumpai di sebuah pasar tradisional. Layaknya transaksi yang terjadi di pasar tradisional, maka kita pun bisa tawar menawar dengan para penjual. Segala macam sayur mayur, kebutuhan dapur, daging-dagingan dan ikan bisa dijumpai di sini.

Tempat berjualan tersebut dikelilingi oleh deretan kios-kios. Karena masih relatif baru dibuka, masih ada beberapa kios yang belum ada tenant-nya. Beberapa yang sudah buka menjual kantong-kantong plastik yang bisa digunakan untuk berbelanja. Namun sebenarnya pihak pengelola juga sudah menyediakan keranjang plastik seperti yang sering dijumpai di supermarket atau toserba.

Bagi pelanggan yang membawa anak kecil, pengelola menyediakan area bermain anak. Jadi kalau ibunya sedang berbelanja, si bapak bisa menemani anak-anak bermain sembari menunggu.

Yang saya salut adalah bagaimana kebersihan sangat dijaga di sini. Ada beberapa petugas kebersihan yang terihat terus bekerja di beberapa sudut pasar. Bahkan tadi saya melihat salah satu penjual juga ikut membersihkan lantai secara sukarela.

Berikut beberapa foto yang sempat saya ambil:

20140629-180806-65286189.jpg
20140629-180806-65286046.jpg

menurunkan kolesterol itu berat, jenderal!

Tags

, , , , , ,

Sejak lama saya memang mempunyai sedikit masalah dengan kadar kolesterol dalam tubuh. Angkanya seringkali di atas batas normal, walaupun belum terlampau jauh ke atas. Apalagi kalau saya sedang malas berolahraga dan sering makan enak, hampir dapat dipastikan total kolesterol saya akan melebihi angka 200. Padahal tubuh saya cenderung kurus dan sexy.

Awal bulan April yang lalu, saya mendapati kadar kolesterol jahat dan trigliserida saya tinggi kembali. Kepada dokter yang memeriksa saya katakan bahwa saya merasa sudah berusaha menjaga makanan dan olahraga. Namun, menurut si dokter, usaha saya belum cukup maksimal.

Misalnya, saya sudah berusaha berolahraga 3 kali seminggu, minimal selama 30 menit. Itu belum cukup, mesti ditambah menjadi 5 kali seminggu minimal 45 menit.

Makanan pun demikian. Selama ini saya sudah berusaha mengurangi konsumsi daging merah dan seafood seperti udang serta makanan-makanan yang mengandung lemak lainnya. Namun ternyata itu belum cukup ampuh menurunkan kadar kolesterol jahat saya.

Si dokter belum memberikan saya obat dengan catatan saya harus bisa menjalani pola hidup yang lebih sehat agar indikator-indikator tadi bisa kembali ke level yang normal atau sehat. Dia memberikan waktu 3 bulan.

Dengan dukungan dari istri saya, saya pun bertekad melawan si kolesterol jahat dalam darah. Kebetulan istri saya adalah penganjur pola makan sehat dengan sistem food combining. Jadi klop lah food combining dipadukan dengan olahraga rutin.

Waktu 3 bulan yang diberikan oleh si dokter benar-benar saya pakai untuk membuktikan apakah memang pola makan yang lebih sehat dan olahraga yang teratur bisa mempengaruhi kadar kolesterol dan trigliserida dalam tubuh seseorang.

Dalam rentang waktu tersebut, saya sebenarnya masih suka curi-curi, dalam artian pola makan food combining belum saya terapkan 100%. Yang jelas asupan sayur dan buah saya lipat gandakan. Seringkali saya menghabiskan satu piring sayuran segar dalam sekali santap.

Untuk olahraga sebisa mungkin saya atur agar minimal bisa saya lakukan 4 kali seminggu. Berat memang, karena sebelumnya walaupun saya cukup rutin jogging atau lari, namun tak pernah saya berolahraga lebih dari 3 kali seminggu. Pasti ada jeda hari di antara hari-hari saya melakukan kegiatan fisik.

Kemarin, setelah 3 bulan sejak pemeriksaan di bulan April yang lalu, saya mendapatkan hasil pemeriksaan darah yang lebih bagus. Kadar kolesterol jahat (LDL) saya turun dari 176 ke 122 (batas sehat 150). Kolesterol baik (HDL) relatif stabil dari 60 ke 57. Kadar trigliserida juga turun dari 149 ke 61 (batas sehat 200). Total kolesterol turun dari 266 ke 192.

Saya bersyukur atas hasil pemeriksaan yang lebih baik tersebut. Namun untuk menjaga agar paling tidak ada di level seperti sekarang, saya harus lebih ketat menjaga pola makan dan tetap berolahraga rutin secara terukur.

Menjaga kesehatan memang berat, tapi jauh lebih memberatkan kalau kita jatuh sakit akibat tak menjaga kesehatan.

pengalaman mendapatkan SIM internasional di jakarta

Tags

, , , ,

Karena sebuah keperluan, saya mesti mengurus pembuatan SIM (Surat Ijin Mengemudi) Internasional. Seperti namanya, SIM ini berlaku di luar Indonesia. Beberapa negara memang mengharuskan pendatang dari negara lain untuk memiliki SIM jenis ini apabila ingin mengendarai kendaraan sendiri.

Awalnya saya sempat bertanya ke Polda setempat untuk mengetahui apakah pembuatan SIM Internasional ini bisa dilakukan tanpa harus ke Jakarta. Menurut penjelasan mereka satu-satunya tempat di mana kita bisa mendapatkan SIM Internasional ini adalah di Korlantas Polri di Jakarta.

Saya kemudian berusaha mencari informasi tambahan lebih lengkap di internet dan mendapatkan informasi mengenai syarat-syarat untuk pembuatan SIM Internasional ini, yaitu:

1. KTP asli dan fotokopi 1 lembar
2. Passport asli dan fotokopi 1 lembar
3. SIM asli dan fotokopi 1 lembar
4. Materai Rp 6000 1 lembar
5. Pas foto 4×6 terbaru dengan latar belakang biru sebanyak 3 lembar (berdasi untuk pria, blazer untuk wanita)
6. KITAP asli dan fotokopi 1 lembar untuk WNA

Setelah menyiapkan seluruh syarat-syarat tersebut, maka datanglah saya ke kantor Korlantas Polri yang beralamat sebagai berikut:

Korlantas Polri
Jalan Letjen MT Haryono Kav 37-38
Jakarta 12770
Telp: 021-7989702

Saya tiba di sana kurang lebih pukup 9 pagi. Kantor pelayanan SIM Internasional terkesan cukup nyaman, bersih dan ber-AC. Antriannya pun hanya 1 – 2 orang saja. Begitu tiba saya dipersilakan untuk mengambil nomer antrian.

Sembari menunggu giliran, saya sempat membaca sebuah poster yang berisi alur proses pembuatan SIM Internasional. Ada tulisan kecil yang berbunyi: 15 menit saja!

Saat giliran saya tiba, saya maju ke meja pelayanan dan diterima oleh seorang petugas berpakaian seragam Polri. Petugas tersebut mempersilakan saya untuk mengisi beberapa lembar formulir lalu memberikan sebuah slip pembayaran. Saya kemudian membawa slip tersebut ke meja pembayaran.

Biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan SIM Internasional baru adalah Rp.250.000, sedangkan untuk perpanjangan adalah Rp.225.000.

Dari meja pembayaran, saya menuju ke meja lain untuk pengambilan foto dan sidik jari. Setelah itu, voila!, jadilah SIM Internasional saya. Si petugas menyerahkan SIM baru saya beserta sebuah buku tebal yang berisi pedoman berkendara yang benar. :)

Total waktu pembuatan hanya 10 menit sahaja. Tidak seperti yang mereka janjikan di poster yang saya baca sebelumnya, yaitu 15 menit. :)

legalisasi ganja di colorado

Tags

, , , , , ,

Pada suatu malam di tahun 2004, Samantha Spady, seorang mahasiswi tahun kedua di Colorado State University (CSU), larut dalam kegilaan sebuah pesta. Tak kurang dari 30 botol bir dan vodka ludes dia gelontorkan ke dalam lambungnya. Akibatnya fatal. Samantha kolaps dan dinyatakan meninggal karena overdosis alkohol beberapa jam kemudian.

Dua minggu kemudian, masih di Denver, Lynn Bailey, seorang mahasiswa baru dari kampus University of Colorado at Boulder mengalami nasib setragis nona Spady. Konon Bailey dicekoki whiskey dan wine oleh para seniornya pada sebuah acara perploncoan. Anak itu tewas setelah jatuh tak sadarkan diri dan semula dikira hanya mabuk berat biasa.

Beberapa bulan setelah 2 kejadian yang mengguncang kota Denver tersebut, Mason Tvert mendirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama SAFER (Safer Alternative for Enjoyable Recreation). Apakah SAFER bekerja untuk kampanye anti-alkohol? Tidak persis begitu karena argumen mereka tidak menyerang penggunaan alkohol secara langsung. Yang mereka perjuangkan adalah bahwa penggunaan marijuana atau ganja mestinya diperlakukan sama di mata hukum seperti halnya penggunaan alkohol.

Argumen si Mason adalah bahwa ganja itu tak lebih berbahaya (bahkan tak mampu mengakibatkan kematian akibat overdosis) daripada alkohol tapi mengapa hukuman yang dijatuhkan kepada pemakai ganja lebih berat. SAFER bergerak cepat. Mereka menginginkan legalisasi ganja.

Kampanye untuk melegalkan kepemilikan ganja terus didengungkan oleh SAFER, khususnya di kota Denver. Alasannya masih sama bahwa masyarakat tidak boleh dipaksa untuk memilih alkohol ketimbang ganja untuk bersenang-senang. Kampanye tersebut setidaknya membuahkan hasil karena pada November 2005 kepemilikan ganja hingga 1 ounce oleh seseorang yang sudah berusia di atas 21 tahun tidak akan dijatuhi hukuman. Namun demikian, peraturan baru tersebut hanya berlaku di Denver dan masih bertentangan dengan hukum negara bagian Colorado.

Baru pada bulan November 2012, Colorado akhirnya memperbolehkan dan mengatur penggunaan marijuana secara legal. Bersama dengan negara bagian Washington, Colorado adalah tempat pertama di dunia yang melegalkan penggunaan ganja.

Tentu banyak pro dan kontra terkait dengan penerapan hukum ini. Di Colorado sendiri masih ada 46% rakyatnya yang menentang. Namun suara rakyat jugalah yang menentukan bahwa kini Anda bisa merokok cimeng dengan bebas di taman publik di Denver misalnya.

memelihara anjing

Tags

, , , , , ,

Beberapa hari yang lalu saya dan istri terlibat sebuah diskusi dengan topik yang cukup menarik, yaitu memelihara anjing.

Tentu saja ini adalah sebuah ide yang impulsif. Pertama karena saya bukanlah seorang penggemar hewan. Yang kedua karena ini adalah ANJING, hewan yang menurut ajaran Islam mendapat tempat yang cukup unik karena kenajisan sekaligus kegunaannya.

Saya sendiri pernah punya trauma terhadap anjing karena dulu pernah dikejar-kejar oleh seekor anjing. Untungnya belum sempat digigit. Namun dibalik semua itu sebenarnya saya cukup kagun terhadap kecerdasan dan kesetiaan anjing kepada manusia. Seandainya saya bukan seorang muslim, mungkin sekarang saya sudah memelihara anjing.

Diskusi saya dengan istri diakhiri dengan kesimpulan bahwa anjing memang hewan yang menarik untuk dipelihara namun kami tak mungkin melakukannya, setidaknya untuk saat ini.

Tak berhenti sampai di situ. Saya lantas mencari referensi sebanyak mungkin tentang hukum memelihara anjing dalam ajaran Islam. Dari 90% artikel yang saya baca bisa ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Tak ada larangan dalam memelihara anjing di dalam Al Quran, namun demikian ada beberapa hadits Nabi yang menyatakan larangan tersebut dengan beberapa catatan.
  2. Hampir semua ulama sependapat bahwa memelihara anjing, kecuali dimaksudkan sebagai anjing pemburu, penjaga hewan ternak dan tanaman, adalah haram. Sekali lagi ini berdasarkan hadits Nabi. Dengan demikian, memelihara anjing dengan tujuan selain yang disebutkan di atas tidak diperbolehkan menurut Islam.
  3. Beberapa ulama besar berbeda pendapat mengenai kenajisan anjing. Ada yang berpendapat yang najis adalah air liurnya saja, tapi ada juga yang berpendapat bahwa semua bagian tubuh anjing adalah najis. Najisnya anjing adalah najis besar, sehingga untuk membersihkannya kita harus membasuh bagian yang terkena najis dengan air sebanyak 7 kali lalu sekali dengan pasir atau tanah.
  4. Bahwa anjing (yang dipelihara untuk berburu maupun sebagai penjaga) tidak diperkenankan untuk dipelihara di dalam rumah. Selain karena alasan kebersihan, rumah yang di dalamnya terdapat seekor anjing tidak akan dimasuki oleh malaikat. Ini sesuai dengan sebuah riwayat yang menceritakan bahwa Malaikat Jibril enggan masuk ke rumah Rasulullah karena ada seekor anjing kecil yang bersembunyi di bawah meja. Jibril baru mau masuk setelah anjing tersebut dipindahkan keluar rumah.
  5. Bahwa anjing tetaplah makhluk Allah dan manusia tidak dibenarkan juga untuk memperlakukan anjing dengan tidak berperikeanjingan. Ada juga hadits yang mengisahkan bahwa Rasulullah menyuruh untuk membunuh anjing yang berwarna hitam. Namun ini bukan berarti kita harus membunuh semua anjing berwarna hitam. Sebagian ulama berpendapat bahwa anjing hitam yang diperintahkan untuk dibunuh tersebut adalah setan.
  6. Bahwa amal pahala seorang muslim yang memelihara anjing akan berkurang 1 hingga 2 qirath setiap harinya. Satu qirath itu setara dengan bukit Uhud.

Jadi kesimpulannya, sesuai ajaran Islam, memelihara anjing itu diperbolehkan jika diperuntukkan untuk tujuan yang sudah disebutkan di atas. Kalau hanya untuk disayang-sayang, dijadikan mainan apalagi dipelihara di dalam rumah, amat sangat tidak dianjurkan. :)

etiskah?

Tags

, , ,

Saya tak begitu paham tentang etika jurnalisme. Tapi rasanya kok menampilkan foto jasad seorang korban tewas dalam sebuah bencana alam pada halaman depan (headline) sebuah surat kabar terasa tidak etis bagi saya.

Harian Tribun Pekanbaru edisi hari Minggu 2 Februari 2014 memasang gambar 2 orang yang sedang berboncengan mengendarai sepeda motor di tengah hujan abu yang dimuntahkan oleh Gunung Sinabung sehari sebelumnya. Di antara kedua orang tersebut, nampak sesosok manusia yang sudah terbujur kaku tak bernyawa dengan sekujur tubuh yang diselimuti abu vulkanik.

20140202-195416.jpg

Ternyata harian lain, yaitu Riau Pos, juga menampilkan foto yang sama pada halaman depan cetakan hari ini.